Rahvayana: Formalitas



Saban aku berkeliling di pasar-pasar, aku selalu merasa tak enak hati dengan para penjual buku, Rahwana. Itu karena mereka menjual buku-buku yang menurutku terlalu naif. Mereka menjual buku misalnya tentang: Tip-Tip Mendekati Wanita; 1001 Cara Menaklukkan Hati Perempuan; Pintu Rahasia Milik Tuan Putri, dst, dll.

Mengapa?

Semua itu hanyalah omong kosong!

Aku pernah membuktikan dengan mendatangi setiap rumah-rumah dan aku bertanya kepada mereka: apakah seluruh lelaki yang berada satu atap denganmu benar-benar mengetahui apa yang kamu inginkan? 99% mereka berkata tidak dan sisanya adalah jawaban iya. 


Sebab mengapa, Rahwana?

Setiap wanita selalu tidak yang ia katakan. Aku selalu bercerita kepadamu tentang ini, bahkan ketika aku memuji-muji Rama di depan setiap orang, itu hanyalah formalitas. Aku tau engkau di sini tidak sedang mengurungku di dalam sebuah istana megah yang gagah gempita. Di sini engkau melepaskanku, engkau bahkan tidak menaruh wong ngendok di mana-mana, engkau benar-benar membebaskanku. Itulah alasan aku tidak pernah kembali lagi atau mencari jalan pulang menemui Rama, meski aku sangat-sangat bisa untuk segera pergi.


Gambar: AI

Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa